POLITIK DUA KAKI
Menentukan sebuah sikap politik akhirnya dipertegas setelah beberapa Kepala Daerah dan yang teranyar dari 5 Gubernur yang menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo (Jokowi).
Waktu yang semakin mendekat jelang Pilpres 2019, persimpangan semakin tampak jelas. Kiri atau Kanan. Jokowi atau Prabowo. Idealnya menentukan arah sikap politik segaris dengan DPP itu wajib hukumnya. Namun apa daya, mau tak mau, koalisi tersebut mulai maklum dengan sikap tersebut.
Pertanyaan mendasar, sejauh mana politik dua kaki akan menambah elektabilitas sebuah partai? Bukankah hal itu akan berdampak negatif serta memperburuk citra partai tersebut?
Pertanyaan demikian wajib dipertanyakan oleh publik, mengingat sikap plinplan yang dipertontonkan selama ini lewat permberitaan media yang cukup masif.
Lebih jauh, sikap politik dua kaki tentu akan ada konsekuensi maupun sanksi. Itupun, tak diperdulikan oleh beberapa Kepala Daerah yang bersikap berbeda tersebut.
Politik di negeri ini memang terkadang membingungkan dan terkesan lamban untuk memberikan edukasi politik yang cerdas dan lugas. Sampai kapan hal ini akan terus terjadi? Hanya para pelaku politiklah yang akan mampu menjawabnya.
*****
Abhotneo Naibaho









0 Komentar
Silakan berkomentar!