Top Ads


Siantar Klasik: Sebuah Ruangan Bersantap Bersama Yang Bernilai Sejarah

Ruang Bersantap di Siantar Hotel/ Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar


Siantar, Transformasi.News - Kota Pematangsiantar jika dieksplor lebih mendalam, tentu menyisakan banyak ceritera sejarah di dalamnya. Satu di antara sederet ceritera bersejarah tersebut, adalah sebuah ruangan yang fungsinya tetap sama, baik dulu hingga kini.
Ruangan tersebut terletak di Siantar Hotel, tepatnya di ruang Restoran yang arsitektur gedungnya masih terkesan klasik, juga terawat dengan baik.
Merunut jauh ke belakang, ternyata Ruang Restoran Siantar Hotel saat ini, ketika zaman penjajahan Belanda dulu di Pematangsiantar dan sekitarnya, ruang tersebut juga difungsikan sebagai tempat dan fungsi yang sama, yakni digunakan sebagai tempat perjamuan makan dan bersenda gurau oleh kompeni (penjajah) saat itu.
Siantar Hotel dibangun pada tahun 1913. Sebelum jatuh kepada pemilik Siantar Hotel yang saat ini bernama Julianus Hutabarat, pemilik dari tempat tersebut adalah warga negara Swiss. Kala itu, tahun 1969, Pengusaha bermarga Hutabarat yang kini tinggal di Kota Medan, membelinya dari orang Swiss tersebut.
Bagi anda yang belum pernah sama sekali menyambangi Siantar Hotel, TransformasiNews (transformasi.news) merekomendasikannya bagi anda, yang jaraknya hanya berkisar 50 meter kurang lebih di seberang Gedung Balai Kota Pematangsiantar.
Beralamat di Jalan WR Supratman No. 2, Kota Pematangsiantar, Siantar Hotel masih mendapat tempat perhatian khusus bagi para traveller, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menginap di sana. Alasannya, disamping lokasinya yang masih asri, tentu di dalamnya menyisakan beragam nilai sejarah.


Penulis : Abhotneo
Editor   : Tr1/a

Posting Komentar

0 Komentar