Bukan sekali dua kali rumah ibadah diteror
Hal tersebut dianggap pas menjadi sasaran empuk
Masihkah pelakunya waras, atau sudah eror?
Mental mu begitu kerdil berisikan angin kosong laksana kerupuk
Aku tahu, nurani mu sudah kotor
Yang hanya bisa sembunyi di balik topeng mu yang membusuk
Kami juga tahu, bahwa akal sehat mu telah bocor
Hanya melempar kabar bohong ke ruang publik
Siapapun dan di manapun wahai engkau peneror
Sadarlah bahwa engkau insani yang terhimpit sebuah kuk
Cobalah merenung dan tambal sedikit hati mu yang bocor
Agar supaya kelak ada ruang di keabadian bagi mu dihunjuk
Ke mana pun langkah kaki mu berpijak, hati mu pasti akan terus digedor
Sebab langkah mu tidak akan pernah tegak, melainkan terus tertunduk
Apapun sebab musababnya sesat pikir mu yang telah eror
Sekali lagi coba atasi dahaga mu dengan air murni walau hanya seteguk
Sesama mahluk insani, kami tak rela jika engkau sampai di dor
Oleh timah panas dan peluru tajam yang menusuk
Masih ada pintu maaf dan seribu maklum dari pemburu teror
Ibu bapa dan sanak saudara mu berdiri di gerbang ampunan setia menunggu
******************
Lapangan Haji Adam Malik Pematangsiantar, 26.08.2018
Abhotneo Naibaho









0 Komentar
Silakan berkomentar!